July 12, 2020

Graeme Souness Sebut Tottenham Hotspur Malah Makin Terpuruk Bersama Jose Mourinho

Mantan pemain Liverpool Graeme Souness meyakini Tottenham Hotspur justru semakin terpuruk bersama Jose Mourinho dan juga menyebut mereka kini tertinggal dari Arsenal.

Spurs berhasil menjadi runner-up Liga Champions musim lalu, tapi segalanya menjadi ambyar di musim 2019/20. November lalu, mereka memecat Mauricio Pochettino dan menggantinya dengan Mourinho.

Meski begitu, ekspektasi tinggi terhadap Mourinho ternyata tidak tampak di atas lapangan. Dari 11 pertandingan terakhir di semua ajang, Mou dan pasukannya cuma sanggup mengoleksi dua kemenangan. 

The Lilywhites sudah tersingkir di Piala Liga, Piala FA, Liga Champions, dan kini masih berjibaku di posisi ke-10 di Liga Primer Inggris. Souness menilai, Spurs tidak banyak berubah banyak bersama Mourinho dan justru makin memburuk.

“Tanya pada diri Anda sendiri: mana tim yang ingin Anda tangani saat ini, Tottenham atau Arsenal?” tulis Souness dalam kolomnya di The Times.

“Arsenal masih bisa terus berkembang, mereka memiliki dua striker hebat dalam diri Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang serta sejumlah pemain muda potensial, dengan Bukayo Saka yang paling menonjol. Mereka bisa menghadirkan energi dan sesuatu yang menjanjikan.”

“Sementara Tottenham tampak seperti klub yang terus mengalami kejatuhan. Kemarin imbang lawan Bournemouth, pekan lalu takluk dari Sheffield United. Para pemain Spurs seperti sudah tampak ingin berlibur ke pantai. Ini tidak bisa diterima.”

“Yang harus disadari Mourinho adalah, bahwa keberhasilan klub lolos ke final Liga Champions musim lalu adalah hal yang semu. Ya, mereka bermain brilian dan menunjukkan karakter hebat saat melawan Man City dan Ajax, tapi kemudian kehabisan bensin di pekan-pekan terakhir musim lalu.”

Souness kemudian menyoroti kebijakan transfer Spurs, mencontohkan pembelian Tanguy Ndombele senilai £50 juta yang belum menunjukkan hasil memuaskan. “Di Tottenham, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab dalam transfer dan seperti apa strateginya,” sambungnya

Harry Kane juga tidak lepas dari perhatian Souness. Ia memprediksi Kane akan hengkang dalam satu tahun ke depan jika Spurs tidak menunjukkan progres. “Di usia emasnya, dia belum pernah meraih gelar meski berstatus sebagai salah satu striker terbaik di dunia. Ia tentu akan geregetan dengan fakta itu,” kata Souness.

Souness kemudian menyimpulkan, “Spurs kini kembali ke posisi seperti saat Mauricio Pochettino datang pada 2014.”